Solo Traveler ke Gunung Kidul Yogyakarta 2025
Simple is my favorite. Please enjoy the thread and share it if the content could have a benefit. It is FREE TO CONTACT ME BY EMAIL
RISDASEVEN@GMAIL.COM
| Gunung Kidul Welcome me!!! Thank Your For The Meaningful Journey!!! 2025 |
Kalau kalian yang suka konten dengan video, boleh banget kalian kunjungi platform social medianya aku ya.. untuk saat ini, untuk video travelling aku sendiri, aku unggah di tiktok ya...
Okey, jadi cerita pergi ke gunung kidul sendiri ini di inisiani oleh diri aku sendiri, dimana setelah aku berkunjung ke Yogyakarta dan mengunjungi pantai parangtritis, sepertinya aku tertarik sekali mengunjungi pantai gunung kidul. meskipun waktu itu aku tidak berani membawa kendaraan terutama motor seorang diri, dikarenakan setelah pengalaman aku main ke pantai di bantul yaitu parangtritis. saat pulang kembali ke arah kota yogyakarta, aku merasa perlu mencari teman searah.
Solo traveller itu ada plus dan minusnya sih menurut aku yah, jujur kalau plusnya kita bisa lebih flexible dengan waktu kita sendiri. namun, minusnya juga, ya kita harus tentukan sendiri terlebih mengenai keselamatan dan itinerary sepanjang perjalanan yaa.
Pergi ke gunung kidul aku putuskan menggunakan bus kecil yang aku beli tiketnya secara offline atau langsung. menggunakan mobil mini bus dari jasa perusahaan KSPN. yang lokasi utamanya itu di dekat titik nol yogyakarta, persis depan bank indonesia dan sekitaran area kantor pos. Mobil KSPN akan stand by mulai dari pukul 7:30 WIB karena umumnya tiket keberangkatan dimulai dari pukul 8:00 pagi.
Pembelian tiket yang seharusnya online dan bisa kalian dapatkan secara mudah melalui aplikasi tiket seperti traveloka, redbuzz atau lainnya dengan titik lokasi awal yaitu titik nol. aku sangat menyarankan kalian menggunakan aplikasi untuk membeli tiket agar kalian bisa mendapatkan kursi ya.. karena sesuai pengalamanku, pembelian tiket juga akan terpengaruh dengan calon penumpang yang membeli secara offline dan masuk secara paksa untuk menempati kursi.
Rute KSPN (Sinar Jaya) ini ada beberapa macam diantaranya:
titik nol - parangtritis --> Rp. 15.000
titik nol - prambanan --> Rp. 25.000
titik nol - borrobudur --> Rp. 35.000
titik nol - gunung kidul --> Rp.26.000
Jadi, tips membeli tiketnya melalui online saja ya.. supaya perjalanan kalian lebih nyaman dan disesuaikan dengan itinerary kalian. jadi kalian lebih tau kapan waktunya explore, kapan waktunya istirahat dan kapan waktunya pulang.
Pengalamanku pertama kali naik KSPN ini, yang notabennya bukan warlok. jujur tidak semulus di video ya.. tiba-tiba dapet tiket offline-duduk-sampe-kembali pulang. Justru, karena aku engga beli tiket online karena awalnya aku akan pergi ke tempat yang KSPN atau mobilnya kosong aja..
Tapi ternyata perkiraanku, kurang tepat. padahal waktu itu adalah hari kerja dan yogya sudah lumayan sepi dari pengunjung. tapi ternyata warloklah yang gantian untuk piknik ya..
yah jadi aga drama tapi masih bisa dipetik pesan dari perjalanannya.
Karena semua mobil penuh oleh warlok juga turis, akhirnya aku paksakan ikut angkutan KSPN yang kearah gunung kidul. dari perkiraan jamku yang berangkat jam 08:00 lebih, bisa jadi sampai 2 jam kemudian di lokasi. awalnya aku hanya ingin explore pantai baron. tapi dari cerita pak supir kala itu, dan juga warga lokal yang berbincang denganku. aku disarankan mengunjungi pantai drini.
ini beneran pertama kalinya aku mengunjungi pantai gunung kidul seorang diri. dalam itinerary yang sudah aku susun, aku akan take beberapa konten dan juga aku ingin banget main pasir dan hanya menikmati suasana pantainya. setibanya di pantai drini, aku sempat baca beberapa artikel yang katanya kalau datang pagi meunuju siang, kita bisa tracking ke bukit dan hopping pantai tanpa menggunakan transportasi alias bisa diakses dengan berjalan kaki. siapa kalau buka risyda yang tidak mencoba.
Akhirnya setibanya disana, yang akulakukan bukan explore pantai drini, tapi malah cari bukit untuk didaki dan mengantar aku ke pantai watu kodok, bahkan aku lebih lama spend time di pantai watu kodok. dari pantai watu kodok aku masih tracking ke arah bukit yang lumayan curam dan yang aku dapati yaitu pemandangan samudra hindia tanpa batas dari atas tebing yang waktu itu lumayan curam yang terdiri dari bebatuan kars.
Diatas tebing itu, aku berdoa, melihat pemandangan dan bersyukur bisa diberikan kemampuan sampai selamat diatas sini. dan juga aku berrdoa agar orang yang membaca ini, tidak ada niatan sama sepertiku ya.. explorenya bareng-bareng aja. jangan sendirian. karena weekday, pantai digunung kidul beneran sepi, bahkan warung dan tokonya semua tutup. untungnya, aku membawa bekal tapi tidak membawa baju ganti untuk berenang. s
Saking sepinya ketika aku butuh listrik untuk mengisi daya battery, aku sempatkan mengetuk pintu dan izin ke salah satu toko yang terbuka celah pintunya. karena ada tulisan diluar yaitu "cas hp 5.000". nah, aku melihat ini sebelum aku mendaki ke tebing curam itu, karena lokasi aku beristirahat tepat didekat tebing dan disediakan kotak donasi sebesar rp.2.000 kalau kalian hendak naik ke bukit kars itu.
Beberapa jam aku habiskan dengan naik tebing, bermain pasir, duduk melamun hanya mensyukuri nikmat indah dengan pemandangan laut biru dan pasir putih. dan aku merasa ini pantai yang sangat indah yang pernah aku kunjungi.
Tibalah dimana, ibu pemilik warung bertanya "mba kessini sama siapa?" "mba pulangnya gimana?" nah dari dua pertanyaan tersebut aku jawab jujur. saya kesini pakai bus dari titik nol bu, kemudian saya sendiri kesininya. karena yang lain diturunkannya di pantai baron. sebetulnya saya juga tadinya mau turun dan explore di pantai baron saja, karena mengingat saya sendirian. tapi, bapak supir sangat menyarankan ke pantai drini, dan beliau juga meyakinkan saya bahwa temannya bisa jemput di waktu selanjutnya.
Setelah beberapa percakapan, saya lanjut untuk menunaikan ishoma dan setelah dari situ saya pun berniat untuk me reach teman bapa supir yang katanya ada jadwal jam 4 sore, jadi saya hubungi sekitar jam 11:30 saat aku sedang berjalan kembali menyusuri tebing dan tangga menuju ke pantai drini. dari atas tebing terlihat jelas ada lengkungan di balik tebing pantai drini. dan biasanya disanalah canoe disewakan 150rb sepuasnya. waktu itu saya malah nyaman di pantai WATU KODOK dan jadwal pulang saya awalnya di jam 4 sore meskipun saat itu saya belum mengantongi tiket pulang, tapi saya percaya dengan ungkapan bapa supir sebelumnya yang katanya hubungi nomor teman saya yang ini, karena beliau memiliki jadwal jam 4 sore balik dari gunung kidul ke yogyakarta.
Tapi di jam 11:30, saat saya coba menghubungi bapa supir dengan jadwal jam 4, bapanya langsung bilang bahwa busnya sudah penuh dan tidak bisa angkut lagi penumpang. bahkan bapanya tidak menjawab lagi saat saya bilang, tidak apa-apa pak saya bisa duduk dibawah. karena apa? sebelumnyapun saya duduk dibawah. kenapa? karena ini konsekuensi saya belum pesan tiket online. padahal di jam 11 itu saya mencoba membeli tiket online dan masih bisa di klik atau dibeli, artinya jika saya tetap beli online, tapi saat konfirmasi ke pa supir tetap tidak mendapatkan tempat duduk karena adanya pembelian offline diluar jadwal. akhirnya sayapun menghubungi bapa supir 1 yang mengantar saya ke pantai drini, beliau menyarankan saya menghubungi supir yang lain dengan jadwal bus lebih cepat yaitu jam 1 siang. saat saya coba menghubungi beliau, beliau juga tidak menyanggupi, tapi beliau ini masih ada rasa empati kepada saya meskipun waktu itu busnya sudah penuh. saya juga sempat bilang bahwa bapa supir1 yang membawa saya ke pantai drini yakin bahwa supir lain akan datang menjemput saya. tapi nyatanya, tidak ada supir yang mau menjemput ke pantai Drini, mereka menyarankan saya untuk menggunakan jasa ojek, tapi supir1 juga bilang bahwa jangan mau ya mba kalau suruh bayar sampai ratusan alias jadi ajang aji mumpung. makannya supir1 sangat menyarankan lebih baik bayarnya ke supir bus yang nantinya mbanya akan naik sampai jogja.
Niat baik bapaknya saya indahkan dan saya ingat, karena hal itu juga saya tidak membawa uang cash lebih, karena saya yakin untuk membeli tiket pulang online. tapi perjalanan ini tetap perjalanan yang perlu dijalani bukan?
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, keadaan saat itu sepi tidak ada tanda-tanda ojek pangkalan, saya skip makan siang karena sebetulnya jika hari itu saya hendak menginap dan pesan tiket besok pagi, pantainya sepi, bahkan guest housepun tutup tidak ada yang menunggui. ada beberapa para pekemah yang kebanyakan sekelompok laki-laki yang sempat bertemu dengan saya di tebing, juga beberapa keluarga. tapi saya tidak ada waktu untuk kembali ke pantai watu kodok. akhirnya saya naik kearah jalan keluar pantai drini, dan saya sempat menanyai warga sekitar yang sepertinya setelah bekerja dari laut. karena waktu itu bapanya hendak minum air es dan saat tau saya mau diantar ke pantai baron, beliau langsung memikirkan harga yang pas untuk dirinya tapi tidak untuk saya saat itu. akhirnya dari situ saya beranikan diri untuk jalan kaki menuju ke pantai baron, bahkan pak supir yang jam 1 itupun dia berniat mencarikan ojek dari baron ke Drini kemudian Drini ke Baronpun tidak ada kabar. tapi setidaknya bapak supir1 masih memperbolehkan saya menghubungi dirinya.
Saat jalan dibawah sinar matahari yang terik sambil membuka google maps, estimasi tiba di pantai baron dengan berjalan kaki tanpa tau track didepan mata, katanya tiba di jam 1 lebih, padahal busnya di jam 1 sudah berangkat ke jogja. dari belakang ada seorang bapa dengan motor giginya berusaha bertanya kepada saya mengenai tujuan saat itu. awalnya saya membalas dengan nada trust issue, dan bapanya bilang "biar saya antar, sekalian saya mau kedepan".
Pak teguh namanya. sayup-sayup saya tidak banyak berbicara karena saya menangis sepanjang perjalanan, saya naik dengan percaya tanpa tau hal apa selanjutnya. saya hanya percaya bahwa pertolongan Allah itu nyata dan gunung kidul sebagai semesta sudah menerima saya diperjalanan hari itu dengan baik. saya tidak menyalahkan siapapun dalam peristiwa ini, ini adalah bagian dari perjalanan yang memang saya butuhkan. pelajaran ini kembali menjadi kekuatan saya untuk perjalanan berikutnya bahwa malaikat tanpa sayap itu benar adanya.
Pak teguh berkali-kali menguatkan saya diperjalanan, dan pak teguh jugalah yang berbicara ke supir2 untuk membawa saya ke jogja. pak teguh tidak mau menerima apapun dari saya, waktu itu saya benar benar salam dan merasa bahwa hari itu saya diselamatkan oleh Allah swt dengan perantarannya pak teguh dan pak supir. kalau sekiranya kalian membaca cerita ini, dengan sekiranya kalian mau saling mendoakan untuk menyisipkan nama pak teguh di doa kalian agar beliau dan orang terkasihnya selalu dalam lindungan Allah SWT serta berkah umur dan hidupnya dilimpahkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Aaaamiiinn..
Kemudian, setibanya di pantai baron dari pantai drini dengan tangis yang belum usai. Saya menjadi pusat perhatian oleh penumpang yang sudah siap berangkat didalam bus. Satu diantaranya adalah seorang ibu berusia 50 tahun lebih yang menenangkan saya, dan beliau jugalah yang menenagkan saya. Kami berdua banyak bercerita, dan beliau menegaskan untuk bermain bersama teman kalau kamu hendak kembali ke gunung kidul.
| JALAN BUKIT DARI DRINI KE WATU KODOK |
| PASIR BERBULIR DI WATU KODOK |
| PANTAI DENGAN BUKIT KARS |
| BACKGROUND PANTAI DRINI |
| Ù…َاشَآءَاللّÙ‡ُ |
| DI BUKIT PANTAI DRINI |
| VIEW INI DI INDONESIA |
| WEEKDAY SEPI, WARUNG MAKAN DI BUKIT |
| SUNSCREEN COCOKNYA BANANA BOAT |
| NAIK KE SIINI PERLU JAGA DIRI YA |
| PANTAI WATU KODOK SEWA TENDA MULAI DARI 450/MALAM |
| INI TANGGA DARI PANTAI WATU KODOK KE PANTAI SEBELAHNYA, CURAM BERBATU BAYAR SEIKHLASNYA |
| INI DIA JALANAN YANG MENGUJI NYALI GAUSAH GUYS.. |
| VIEW DIATAS MASIH PANTAI DAN BUKIT |
| VIEW PANTAI SEBELAH |
| TERIMALAH ENERGI POSITIF DI TEMPAT SEINDAH INI |
![]() |
| POV DI RESCUE MALAIKAT TIDAK BERSAYAP |
![]() |
| DOAKAN PA TEGUH DAN MUSLIMIN MUSLIMAT MASIH ADA ORANG BAIK, KITA JUGA MASIH PERLU BELAJAR LAGI |
![]() |
| INI KSPN SINAR JAYA |






Komentar
Posting Komentar
l'll waiting for your advice ! please leave a comment and share you're LOVE! see ya