JAKARTA VS BANDUNG 2025

Simple is my favorite. Please enjoy the thread and share it if the content could have a benefit. It is FREE TO CONTACT ME BY EMAIL RISDASEVEN@GMAIL.COM


Orang bandung yang jalan-jalan ke Jakarta. Meskipun berdekatan oleh jarak, budaya yang berbeda menjadi ciri khas unik diantara dua kota besar ini. Jakarta dengan segala budaya budak coorporat dan segala hal tentang zona integrasi lainnya jauh berbeda dengan Bandung yang setiap sudutnya dibuat estetik dengan segala kuliner dan bahasa sunda yang mendayu meski saat ini lebih sering mendengar bahasa indonesia dengan logat sunda yang mendayu. 


KALIBATA VIEW


Dari beberapa kutipan bahkan dijadikan referensi film atau FTV, bahwa kehiduoan di kota Jakarta ini tidak jauh seperti difilm. Dimana semua manusia berjalan lebih cepat dari biasanya, dimana semua pekerja memakai lanyard setiap detiknya, dimana setiap pekerja berusaha pulang dengan KRL setiap waktunya dan rush hour adalah salah satu kata yang aga merinding jika dipadupadankan dengan "manggarai station", tumblr stanley, chako lab dan segala jenisnya asal tidak tertinggal di kereta sudah sangat biasa. Individualism makanan harian dan self care jadi bagian dari epidermis Jakarta saat aku berkungjung. Adapun yang mengobrol tanpa trust issue adalah orang yang sama-sama baru menginjakkan kaki di Jakarta dan sedang hilang arah. Satpam dengan bahasa baku sudah biasa, tapi bapa Satpam lebih ramah menandakan beliau datang jauh dari tanah diluar Jakarta. Mba waiters yang bertanya lembut "dari mana?" dipastikan bukan orang lokas Jakarta tapi melaikan datang dari Banyumas, obrolan mengalir begitu saja bahkan tertawa dengan spontan adalah bagian dari percakan tanpa trust issue dengan orang bukan aseli dari Jakarta. Semuannya sesuai pengalaman kemarin, tidak ada maksud lainnya. Tapi beberapa diataranya orang betawi aseli sangat suka bergurau bahkan melihat kucing yang manjat pohon. 

Yah begitulah kehidupan jakarta dengan segala makanan seporsi anak-anak dengan paket 38rb didapat dari toko keluarga :p, dalam hati "Jakarta tough" semua elemen sedang bertahan bukan buat besok, bertahan untuk detik, menit, jam selanjutnya. semuanya dibuat spesifik. lelah bekerja, semua juga butuh hiburan. kali ini semua kompak pulang dan menghibur jiwanya mulai dari jumat malam, sabtu sampai jam terakhir di hari minggu. kompak membuat jalanan disetiap sisi jakarta berhenti merayakan hiburan. kompak semua orang pergi dan pulang menggunakan transpor umum, tapi tetap kepadatan yang akan selalu menjadi wajah dari transum di Jakarta. 


Bandung apakah sama saja? dari wajah jelas berbeda, suasana asri dan udara lebih dingin dari kota Jakarta menjadi pemicu utama orang Jakarta main ke Bandung dengan segala cafe corner yang banyak inovasi serta harga relatif lebih miring dibanding dari kota Jakarta. Tapi banyaknya budaya yang masuk ke Bandung, kadang orang Bandung sendiri juga mengaplikasikan dimana jaga jarak sebagian dari public respect, tidak mencampuri urusan orang yang menjadikan individualism juga bisa ditemui disini, tapi lebih banyaknya disini orang-orang masih banyak nyali untuk mengajak ngobrol orang baru terutama para senior. Jakarta atau Bandung sebenarnya sama saja kalau pulang kerja, manusiannya belum banyak yang ramah. Karena sudah pusing kerja, bertemu orangpun tidak ada nyali untuk menyapa. lebih bain on earphones, on mask, and closed eyes. Secape itu kadang tapi ya begitulah. Semoga disetiap kita masih ada titik rasa kemanusiaan dimana bertemu orang yang butuh kursi disaat kaki lelah bekerja tidak nampak napak lantai, tetap adjust untuk ibu hamil dan senior juga disabilitas yang membutuhkan. 


Komen dibawah karakteristik kalian ada di tulisan ini engga?

Kalau kalian sudah banyak anxious, Overthinking, Trust issue diyakinkan kalian perlu berkunjung ke Yogyakarta dengan segala sudut dengan empatinya... 
Trust me it works :D


POV KE BLOK M NYOBAIN BAKMI GM LEGEND

TEH JAWA MASUK FARM MARKET

ISTIQLAL DOME

SELASAR ISTIQLAL

DUREN KALIBATA




Komentar

Postingan Populer